Workshop Nasional SIM PNFI Tahap II dilaksanakan pada 14 – 16 Oktober 2009 bertempat di Regent’s Park Hotel Malang, Jawa Timur. Ajang tersebut dijadikan sebagai ajang koordinasi dan konsolidasi SIM PNFI seluruh Indonesia. UPTD SKB Kulon Progo berkesempata menghadiri acara tersebut.Workshop tersebut dihadiri oleh Dr. Gutama (Sekretaris Ditjen PNFI) Ir. I Gede Panca, M.Pd (Ka. Bagren Sesditjen PNFI), Kadis Pendidikan Kota Malang, Dr. H. Sofwan SH, MSi, dengan peserta dari unsur pengelola Data dan informasi direktorat di jajaran Ditjen PNFI, Kasi Informasi P2PNFI, BPPNFI beserta staf pengelola SIM P2PNFi, BPPNFI serta unsur SKB.
Acara di awali dengan pembukaan oleh Ir. I Gede Panca (Kabagren Setditjen PNFI) sebagai ketua panitia workshop yang menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan yang telah dilakukan oleh bagian perencanaan setditjen PNFI.Dr. Gutama, Sesditjen juga sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada SKB yang telah lengkap mengisi datanya sehingga mendapat kehormatan untuk mengikuti workshop nasional ini, dan bagi SKB yang sampai hari ini belum melengkapi datanya diharapkan segera melengkapi datanya tersebut. Pendataan adalah hal yang sangat penting, karena kekuatan pelaksanaan program PNFI ini adalah pada data. Kompleksnya sasaran pendidikan nonformal dan informal menjadikan data sebagai tumpuan pelaksanaan program pendidikan. Data pokok pada pelaksanaan program PNFI adalah data sasaran, data lembaga, data pendidik dan tenaga kependidikan, data anggaran penyelenggaran program.Kegiatan dalam workshop tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain :1. Diharapkan adanya koordinasi dalam pelaksanaan pendataan antara SKB dan KKDATADIK di tingkat kabupaten, BPKB dan KKDATADIK tingkat propinsi, serta PSP (Pusat Statistik Pendidikan) dan Ditjen PNFI ditingkat Pusat. Pada beberapa Kabupaten hal ini sudah dilaksanakan, tetapi masih banyak kabupaten yang tidak melakukan koordinasi pendataan.2. Diharapkan adanya instrumen tunggal untuk pendataan PNFI, sebab saat ini tiap direktorat di PNFI serta Pusta Statistik Pendidikan masih mengeluarkan instrumen pendataan. Hal ini menyulitkan petugas data di lapangan dan lembaga PNF.3. Diharpakan adanya legalitas formal bahwa SKB ditetapkan sebagai Pusat Data PNFI (Data Centre) di tingkat kabupaten. Sehingga akan mendukung dan memudahkan dalam melaksanakan pendataan.4. Bagi Kabupaten yang tidak memiliki SKB, diharapkan menetapkan pihak yang akan melaksanakan pendataan PNFI.5. Instrumen sering terlambat, hal ini terjadi biasanya di tingkat masyarakat dan lembaga PNF (PKBM, Lembaga Paud, Lembaga Kursus dan TBM) sebagai sasaran pendataan. Diharapkan Lembaga PNF tepat waktu dalam mengembalikan instrumen ke SKB.6. Kendala juga terjadi pada petugas pengumpul data, Saat ini TLD dan FDI sudah banyak diangkat sebagai PNS dan tidak bekerja lagi sebagai di TLD dan FDI, jadi kerja Penilik PLS semakin berat untuk mengcover wilayah satu kecamatan.7. Peningkatan Infrastruktur Pendataan di SKB, Beberapa SKB terutama Indonesia bagian timur masih belum memiliki infrastruktur yang memadai. Diharapkan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah untuk memperhatikan hal tersebut.
| < Prev | Next > |
|---|
Last Updated (Sunday, 18 July 2010 03:00)

UPTD SKB Kulon Progo akan menyelenggarakan pendataan PNFI tahun 2009. Dalam Pendataan ini akan dijaring data berupa Sasaran dan Individual Lembaga PNFI tahun 2009. UPTD SKB Kulonprogo melaksanakan pendataan dibagi menjadi 2 tahap, tahap pertama dalah Pendataan Sasaran PNFI yang dilaksanakan pada bulan Maret s.d Mei. dan tahap ke dua pendataan Individual Kelembagaan PNFI yang dilaksanakan pada bulan Juni s.d Agustus.



















